Sabtu, 16 Agustus 2008

Pelangi Dikaki Bukit


Indahnya lukisan alam terpampang dihadapanku

Terdengar sayup-sayup kicau burung berkejaran tanpa henti

Namun dikala hati sedang pilu

Lukisan itu pun seakan terasa sepi


Pelangi, adakah engkau kan memarnai hari-hariku

Mampukah kau menerangi hatiku dengan warna

Akankah kau rindu suara kicau burung berlari menghampirimu

Seakan tiada lagi hari untuk kita bercengkrama


Warna-warni itu seakan mewakili hati para bocah kecil yang sedang bermain

Warna-warni itu seolah mengundang hati tuk menjerit

Lalu kututupi pandanganku dengan sehelain kain

Agar dapat kulupakan kenangan pelangi dikaki bukit


Pelangi dikaki bukit

Kurindukan saat-saat aku bersamanya

Meski melupakannya terasa sulit

Sulit melupakan kenangan indah bersamanya


1 komentar:

Anonim mengatakan...

Assalamualiakum.wr.wb...semangat olivia!!q baca curhatmu tentang amien rais jg.kebetulan aq nech hpenggemar amien rai jg..q juga begitu prihatin dengan keadaan bangsa qt yang amburadul seperti ini.ayo kawan belajar yang rajin, jadilah ilmuwan yang sholeh, agar nanti jika waktu yang kita nanti telah datang, maka qt buktikan bahwa qt adalah sungguhnya generasi-generasi baru bangsa ini yang akan berjuang membela harkat dan martabat negeri tercinta qt..selamat atas telah hijrahnya anda ke jalan Islam yang dirahmati Allah SWt, semoga hijrah anda tidak hanya sampai disini sj,tingkatkan kualitas keimanan qt terus-menerus agar kita menjadi org2 yang beruntung dan mendapat nikmat surga dari ALLAH SWT..lo pengen share dengan aq, hub aja no hp. 087859531762..insyaAllah jika perlu bantuan ataupun sekedar pertanyaan seputar agama,akan aq bantu semampunya.Wassalamualaiku.wr.wb