
Indahnya lukisan alam terpampang dihadapanku
Terdengar sayup-sayup kicau burung berkejaran tanpa henti
Namun dikala hati sedang pilu
Lukisan itu pun seakan terasa sepi
Pelangi, adakah engkau kan memarnai hari-hariku
Mampukah kau menerangi hatiku dengan warna
Akankah kau rindu suara kicau burung berlari menghampirimu
Seakan tiada lagi hari untuk kita bercengkrama
Warna-warni itu seakan mewakili hati para bocah kecil yang sedang bermain
Warna-warni itu seolah mengundang hati tuk menjerit
Lalu kututupi pandanganku dengan sehelain kain
Agar dapat kulupakan kenangan pelangi dikaki bukit
Pelangi dikaki bukit
Kurindukan saat-saat aku bersamanya
Meski melupakannya terasa sulit
Sulit melupakan kenangan indah bersamanya

1 komentar:
Assalamualiakum.wr.wb...semangat olivia!!q baca curhatmu tentang amien rais jg.kebetulan aq nech hpenggemar amien rai jg..q juga begitu prihatin dengan keadaan bangsa qt yang amburadul seperti ini.ayo kawan belajar yang rajin, jadilah ilmuwan yang sholeh, agar nanti jika waktu yang kita nanti telah datang, maka qt buktikan bahwa qt adalah sungguhnya generasi-generasi baru bangsa ini yang akan berjuang membela harkat dan martabat negeri tercinta qt..selamat atas telah hijrahnya anda ke jalan Islam yang dirahmati Allah SWt, semoga hijrah anda tidak hanya sampai disini sj,tingkatkan kualitas keimanan qt terus-menerus agar kita menjadi org2 yang beruntung dan mendapat nikmat surga dari ALLAH SWT..lo pengen share dengan aq, hub aja no hp. 087859531762..insyaAllah jika perlu bantuan ataupun sekedar pertanyaan seputar agama,akan aq bantu semampunya.Wassalamualaiku.wr.wb
Posting Komentar